Minggu, 18 April 2021

Menjadi Seorang Deadliner

 

    Deadline ialah sebuah batasan waktu seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Deadline sendiri sering dianggap remeh oleh beberapa orang karena mereka selalu menunda-nunda pekerjaannya. Beberapa alasan seperti terlalu susah tugasnya, merasa malas, atau memprioritaskan pekerjaan yang lain. Hal tersebut menjadikan seseorang menjadi “deadliner”.

            Menjadi deadliner sering dilakukan oleh banyak orang di kalangan masyarakat baik itu mahasiswa maupun pekerja. Menumpuknya tugas atau laporan maupun kegiatan membuat seseorang menghindari hal-hal tersebut dengan menunda. Terutama mahasiswa yang memiliki segudang tugas dan kegiatan di luar kampus sering merasa kebingungan harus mengerjakan tugas yang mana sehingga pilihan terakhir adalah menunda pekerjaan tersebut sampai mendekati waktu tempo.

Begitupun para pekerja, dengan beban yang mungkin dirasa berat menjadikan tugas tidak terselesaikan tepat pada waktunya. Seorang deadliner biasanya akan bekerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan saat mendekati tenggat waktu yang telah ditetapkan. Hal itulah yang dikenal dengan istilah SKS (Sistem Kebut Semalam). Sistem ini seringkali menjadi senjata andalan siswa ataupun mahasiswa mendekati ujian.


Photo by Black ice from Pexels

            Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard Bussiness School membuktikan bahwa beberapa orang akan menunjukkan best performance di bawah tekanan.  Selain itu seorang deadliner akan memasang strategi bagaimana menyelesaikan pekerjaan secara cepat sehingga merasa dirinya lebih kreatif. Prioritas utama bagi seorang deadliner adalah menyelesaikan pekerjaannya saat mendekati deadline.

Menurut RIchard Boyatzis dari Harvard Bussiness School, seorang deadliner akan lebih fokus menghadapi satu masalah dan tidak mempedulikan masalah lain seperti makan,minum, dan lain-lain. Alasan-alasan diatas ternyata cukup untuk memotivasi seseorang untuk menjadi deadliner. Namun,ternyata menjadi seorang deadliner berdampak buruk bagi tubuh kita.

Memicu Adrenalin pada Tubuh

Saat menjelang deadline maka tubuh akan bereaksi. Tubuh akan mengeluarkan sumber kafein alami-kortisol dan bahan kimia lain yang memacu kecepatan kerja tubuh. Kemudian kafein juga ditambah dari luar tubuh sehingga tubuh semakin kuat. Peningkatan adrenalin inilah yang membuat kebanyakan orang merasa lebih produktif untuk mengerjakan pekerjaan mereka.

 Menimbulkan Berbagai Penyakit

Hormon adrenalin yang berlebihan akan menimbulkan stres yang berdampak buruk bagi tubuh. Menurut berbagai penelitian, sumber kafein alami-kortisol menyebabkan penyakit diabetes. Orang yang mengeluarkan tenaga lebih besar akan lebih sering mengkonsumsi gula dan karbohidrat yang lebih banyak. Misalnya, ketika kamu sedang mengerjakan tugas H-1 hari pengumpulan kamu akan menyiapkan snack atau makanan untuk menemanimu dengan alasan agar tetap kuat mengerjakan sampai selesai. Selain itu, konsumsi obat stimulan dan kafein juga berdampak pada kerusakan sel syaraf otak yang menyebabkan penurunan kreativitas.

Penurunan Fungsi Otak

Deadline memang menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Kita akan merasa takut akan dimarahi atau dicemooh oleh atasan kita jika tidak menyelesaikan tugas tepat waktu. Menjelang deadline otak kita akan bereaksi terhadap rasa takut tersebut.

            Menjadi seorang deadliner memang dianggap sebagai hal yang positif bagi sebagian orang. Karena terdapat sebagian orang yang jika mengerjakan sesuatu idenya baru muncul ketika mendekati deadline. Namun pikiran positif tersebut akan berdampak negatif dikemudian hari. Dampak negatif tersebut perlahan-lahan akan merusak tubuh kita. Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan maka dampaknya akan lebih buruk lagi.

             Agar terhindar dari dampak negatif tadi belajarlah mulai sekarang untuk mengerjakan tugas tepat waktu. Jangan suka menunda pekerjaan. Mengerjakan tugas tepat waktu juga menandakan bahwa kamu adalah orang yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Saat suatu pekerjaan terselesaikan kamu bisa segera menyelesaikan pekerjaan yang lain.

    Deadliner mungkin melegakan untuk sementara waktu, akan tetapi hal itu akan memaksa kamu untuk menerapkan sistem kebut semalam. Dampaknya kamu akan mengeluarkan effort yang lebih besar dan memforsir dirimu berlebihan. Tentu hal ini bukan sesuatu yang positif. 

 

So, jadilah tepat waktu!


Sumber : https://campuspedia.id

21 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. artikel yang bermanfaat, mungkin sebagian diambil dari pengalaman probadi penulis ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ke pasar malem beli kendondong
      Jangan dibuka-buka dong

      Hapus
  3. Bermanfaat sekali, dapat di ambil pelajaran dr artikel ini

    BalasHapus
  4. Bermanfaat banget, menarik, kerenn!!!

    BalasHapus
  5. Artikelnya sangat bermanfaat hastari!!! Semangatt terus yuhuuu

    BalasHapus
  6. Artikelnya menarik sangat relevan sekali dengan kehidupan mahasiswa sekarang ini, khususnya saya yang kalo nugas ga mepet deadline ga asik :) semangat teruss pejuang deadline

    BalasHapus
  7. sore-sore main bola lempar
    ya ampun aku merasa tertampar

    BalasHapus
  8. Keren sekali, artikel sangat bermanfaat

    BalasHapus
  9. keren banget nih, sangat bermanfaat!

    BalasHapus
  10. Keren bangettt ni, bermanfaat buat yg suka ngerjain tugas mepet deadline 🔥

    BalasHapus
  11. aku yg seorang deadliner tertamparr

    BalasHapus
  12. relate bgt haha, bermanfaat banget thank you tarrr

    BalasHapus
  13. Mon maap inu aku bgtt, makasihhg

    BalasHapus

Menghadapi Quater Life Crisis

            Tak sedikit kalangan milenial mengaku bahwa ia mengalami quarter life crisis. Sebenarnya quarter life crisis adalah suatu fase d...