Jumat, 12 Maret 2021

Peran Guru di Masa Pandemi Covid-19

 

Oleh : Hastari Rachmadani*

    Pandemi Covid-19 telah berlangsung sejak awal tahun 2020. Pemerintah telah melakukan berbagai macam upaya dalam mencegah penyebaran virus ini. Beberapa upaya yang telah dilakukan seperti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kebijakan tersebut dilakukan untuk membuat masyarakat agar selalu taat pada protokol kesehatan. Selain itu, kebijakan tersebut memberikan dampak dalam berbagai macam aspek kehidupan, termasuk  aspek pendidikan. Pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini diterapkan agar pendidikan di Indonesia tetap berjalan meski di masa pandemi Covid-19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa peran guru semakin mulia di tengah masa pandemi Covid-19 ini, mengapa demikian? Tidak bisa dimungkiri bahwa peran guru memang sudah mulia, tetapi tidak diheran kan apabila pandemi ini membuat peran guru semakin mulia, karena masa pandemi ini menjadi tantangan bagi para guru maupun peserta didik dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi. Guru dituntut untuk lebih berinovasi lagi terhadap kecanggihan teknologi di zaman sekarang. Situasi pandemi ini menjadi tantangan bagi kreativitas setiap individu dalam mengembangkan dunia pendidikan. Terlebih lagi guru harus memberikan pendidikan kepada peserta didiknya dan memastikan bahwa semua peserta didiknya tetap mendapatkan hak pendidikan walaupun hanya dilaksanakan melalui jarak jauh.

Photo by Julia M Cameron from Pexels


    Pembelajaran jarak jauh ini sangatlah tidak mudah, harus ada kerja sama yang baik dari berbagai subjek pendidikan, sehingga pembelajaran pun dapat berjalan dengan lancar dan sesuai. Di dalam pembelajaran ini yang terbaik ialah bukan hanya sebatas memberi dan menerima pembelajaran, tetapi karakter yang baik dan santunlah merupakan pembelajaran terbaik. Pembelajaran jarak jauh ini tidak akan menyulitkan apabila direspons dengan baik dan benar. Karena masih ada peserta didik yang terkadang tidak menghargai gurunya dan masih suka menyepelekan pembelajaran selama proses pembelajaran itu berlangsung.

    Dalam pembelajaran jarak jauh ini guru sangatlah berperan penting, guru harus menyiapkan rencana dalam pembelajaran jarak jauh dengan tetap memastikan kompetensi pembelajaran yang ingin dicapai dengan memilih materi yang mendasar dan fokus pada pendidikan serta proses pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Serta dapat menetukan metode yang cocok untuk aktivitas guru dan peserta didik. Disamping menyiapkan perencanaan dan menentukan metode guru juga harus menyiapkan media pembelajaran, dengan memprioritaskan fasilitas yang baik serta memberi dukungan emosional bagi peserta didik, orang tua serta keluarga. Disisi lain guru juga memiliki tanggung jawab dalam masalah psikis peserta didik, karena pandemi ini membuat para para peserta didik merasakan tekanan yang belum terbiasa dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh ini. Guru juga harus dapat melakukan komunikasi dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan orang tua atau keluarga peserta didik maupun kepala sekolah untuk mendapat dukungan proses pendidikan itu sendiri.

    Pengetahuan guru terhadap penggunaan teknologi menjadi hal utama yang harus dikuasai dalam pembelajaran ini seperti penggunaan terhadap pemakaian laptop, penggunaan aplikasi google classroom, google meet, maupun zoom untuk meningkatkan dan mempermudah dalam proses pembelajaran jarak jauh melalui media online. Untuk menyampaikan materi guru bisa menggunakan dalam bentuk video atau pun power point sehingga memudahkan para peserta didik untuk mempelajarinya. Hal tersebut memang belum terbiasa dilakukan oleh guru maupun peserta didik, oleh karena itu masih banyak kendala-kendala yang dialami selama pembelajaran jarak jauh ini berlangsung.

Beberapa kendala selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yaitu :

1.      Gawai yang kurang memadai

Salah satu permasalahan utama dari pembelajaran jarak jauh ini ialah masih kurangnya fasilitas untuk pembelajaran. Masih banyak peserta didik yang tidak memiliki alat media pembelajaran ini karena tidak semua perekonomian seseorang itu sama apalagi daerah-daerah yang jauh dari perkotaan. Oleh karena itu banyak peserta didik yang merasa takut apabila jika tidak memiliki gawai tidak bisa mengikuti pembelajaran.

2.      Kuota internet yang tidak memadai

Hal tersebut juga permasalahan yang sering dihadapi ketika pembelajaran jarak jauh dilakukan. Proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring menuntut setiap pihak untuk menghabiskan kuota internet agar tetap bisa mengikuti proses pembelajaran sehingga mau tidak mau guru ataupun peserta didik harus menghabiskan puluhan gigabytes.

3.      Jaringan tidak stabil

Kondisi jaringan yang tidak stabil ini sangatlah menghambat proses pembelajaran, apalagi ketika guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Belum lagi bagi peserta didik yang rumahnya di daerah pelosok, dimana jaringan sangat susah didapat, bahkan seringkali ada peserta didik yang harus keluar rumah untuk mencari jaringan.

4.      Banyaknya gangguan ekternal

Karena pembelajaran dilakukan secara online dan di rumah, tidak jarang peserta didik yang tidak disiplin saat belajar. Selain itu, tidak ada pengawasan dari guru untuk mengetahui apakah para peserta didik mempelajari atau tidak materi tersebut. Bahkan terkadang ada peserta didik yang bosan saat proses pembelajaran itu berlangsung sehingga peran orang tua di sini sangatlah diperlukan untuk mengawasi hal tersebut. 

Di samping permasalahan itu Pemerintah telah memberikan berbagai solusi agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan lancar sehingga para peserta didik dapat mengikutinya dengan baik. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu :

·         Sekolah gunakan dana BOS

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa dana Bos bisa digunakan oleh sekolah untuk membeli smartphone, tablet maupun laptop sehingga bisa dipinjamkan ke peserta didik.

·         Subsidi kuota

Pemerintah memberikan bantuan kuota internet kepada para guru, murid, dosen, dan mahasiswa secara gratis. Setiap siswa mendapatkan 35GB per bulan, dan untuk guru mendapatkan 45GB per bulan. Khusus dosen dan mahasiswa mendapatkan 50GB setiap bulannya. Untuk mendapatkan kuota secara gratis tersebut ada beberapa syarat yang harus diikuti, seperti melakukan proses data kontak mahasiswa atau dosen dan melengkapi dan memvalidasi data.

*Mahasiswa Program Studi Akuntansi (D3) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Artikel telah diposting di dunia kampus 4.0 -  https://www.duniakampus40.net

40 komentar:

  1. Bagus sekali artikelnya, dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Artikel sangat bermanfaat, dan mudah dipahami

    BalasHapus
  3. sangat bermanfaat, terima kasih, Hastari!

    BalasHapus
  4. Aetikel mudah dipahami dan bermanfaat

    BalasHapus
  5. Artikelnya mudah dipahami dan sangat bermanfaat!

    BalasHapus
  6. artikelnya bagus dan bermanfaat, makasih tari

    BalasHapus
  7. isi artikelnya sangat bermanfaat dan mudah dipahami, terimakasih hastari

    BalasHapus
  8. Bahasan yang menarik, dan dan sangat bermanfaat✨

    BalasHapus
  9. Artikel nya bermanfaat banget tarii, dan bahasanya mudah dipahamii, semangat terus hastarii

    BalasHapus
  10. Artikelnya sangat membantu, dan juga mudah untuk dipahami.

    BalasHapus
  11. Artikelnya bermanfaat banget, semangat terus kuliah onlinenya!! 🥰

    BalasHapus
  12. mantep bangettt, bermanfaat sekalii makasih tari

    BalasHapus
  13. keren semangat tariii

    BalasHapus
  14. Kereennn artikelnya menambah ilmu

    BalasHapus
  15. Artikelnya bagus, bermanfaat dan mudah dipahami bgt!

    BalasHapus
  16. keren dan bermanfaat sekali, semangat terus bikin artikelnya!!

    BalasHapus

Menghadapi Quater Life Crisis

            Tak sedikit kalangan milenial mengaku bahwa ia mengalami quarter life crisis. Sebenarnya quarter life crisis adalah suatu fase d...