Oleh : Hastari Rachmadani*
Pandemi
Covid-19 telah berlangsung sejak awal tahun 2020. Pemerintah telah melakukan
berbagai macam upaya dalam mencegah penyebaran virus ini. Beberapa upaya yang
telah dilakukan seperti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kebijakan
tersebut dilakukan untuk membuat masyarakat agar selalu taat pada protokol
kesehatan. Selain itu, kebijakan tersebut memberikan dampak dalam berbagai
macam aspek kehidupan, termasuk aspek
pendidikan. Pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini diterapkan agar
pendidikan di Indonesia tetap berjalan meski di masa pandemi Covid-19. Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa
peran guru semakin mulia di tengah masa pandemi Covid-19 ini, mengapa demikian?
Tidak bisa dimungkiri bahwa peran guru memang sudah mulia, tetapi tidak diheran
kan apabila pandemi ini membuat peran guru semakin mulia, karena masa pandemi
ini menjadi tantangan bagi para guru maupun peserta didik dalam melakukan
aktivitas pembelajaran. Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan
dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi. Guru dituntut untuk
lebih berinovasi lagi terhadap kecanggihan teknologi di zaman sekarang. Situasi
pandemi ini menjadi tantangan bagi kreativitas setiap individu dalam
mengembangkan dunia pendidikan. Terlebih lagi guru harus memberikan pendidikan
kepada peserta didiknya dan memastikan bahwa semua peserta didiknya tetap
mendapatkan hak pendidikan walaupun hanya dilaksanakan melalui jarak jauh.
Pembelajaran
jarak jauh ini sangatlah tidak mudah, harus ada kerja sama yang baik dari
berbagai subjek pendidikan, sehingga pembelajaran pun dapat berjalan dengan
lancar dan sesuai. Di dalam pembelajaran ini yang terbaik ialah bukan hanya
sebatas memberi dan menerima pembelajaran, tetapi karakter yang baik dan
santunlah merupakan pembelajaran terbaik. Pembelajaran jarak jauh ini tidak
akan menyulitkan apabila direspons dengan baik dan benar. Karena masih ada peserta
didik yang terkadang tidak menghargai gurunya dan masih suka menyepelekan pembelajaran
selama proses pembelajaran itu berlangsung.
Dalam
pembelajaran jarak jauh ini guru sangatlah berperan penting, guru harus
menyiapkan rencana dalam pembelajaran jarak jauh dengan tetap memastikan
kompetensi pembelajaran yang ingin dicapai dengan memilih materi yang mendasar
dan fokus pada pendidikan serta proses pembelajaran yang bermakna bagi peserta
didik. Serta dapat menetukan metode yang cocok untuk aktivitas guru dan peserta
didik. Disamping menyiapkan perencanaan dan menentukan metode guru juga harus
menyiapkan media pembelajaran, dengan memprioritaskan fasilitas yang baik serta
memberi dukungan emosional bagi peserta didik, orang tua serta keluarga. Disisi
lain guru juga memiliki tanggung jawab dalam masalah psikis peserta didik,
karena pandemi ini membuat para para peserta didik merasakan tekanan yang belum
terbiasa dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh ini. Guru juga harus dapat
melakukan komunikasi dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan orang tua
atau keluarga peserta didik maupun kepala sekolah untuk mendapat dukungan
proses pendidikan itu sendiri.
Pengetahuan
guru terhadap penggunaan teknologi menjadi hal utama yang harus dikuasai dalam
pembelajaran ini seperti penggunaan terhadap pemakaian laptop, penggunaan
aplikasi google classroom, google meet, maupun zoom untuk
meningkatkan dan mempermudah dalam proses pembelajaran jarak jauh melalui media
online. Untuk menyampaikan materi guru bisa menggunakan dalam bentuk
video atau pun power point sehingga memudahkan para peserta didik untuk
mempelajarinya. Hal tersebut memang belum terbiasa dilakukan oleh guru maupun
peserta didik, oleh karena itu masih banyak kendala-kendala yang dialami selama
pembelajaran jarak jauh ini berlangsung.
Beberapa
kendala selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yaitu :
1. Gawai
yang kurang memadai
Salah
satu permasalahan utama dari pembelajaran jarak jauh ini ialah masih kurangnya
fasilitas untuk pembelajaran. Masih banyak peserta didik yang tidak memiliki
alat media pembelajaran ini karena tidak semua perekonomian seseorang itu sama
apalagi daerah-daerah yang jauh dari perkotaan. Oleh karena itu banyak peserta
didik yang merasa takut apabila jika tidak memiliki gawai tidak bisa mengikuti
pembelajaran.
2. Kuota
internet yang tidak memadai
Hal
tersebut juga permasalahan yang sering dihadapi ketika pembelajaran jarak jauh
dilakukan. Proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring menuntut setiap
pihak untuk menghabiskan kuota internet agar tetap bisa mengikuti proses
pembelajaran sehingga mau tidak mau guru ataupun peserta didik harus
menghabiskan puluhan gigabytes.
3. Jaringan
tidak stabil
Kondisi
jaringan yang tidak stabil ini sangatlah menghambat proses pembelajaran,
apalagi ketika guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Belum lagi bagi peserta
didik yang rumahnya di daerah pelosok, dimana jaringan sangat susah didapat, bahkan
seringkali ada peserta didik yang harus keluar rumah untuk mencari jaringan.
4. Banyaknya
gangguan ekternal
Karena
pembelajaran dilakukan secara online dan di rumah, tidak jarang peserta didik
yang tidak disiplin saat belajar. Selain itu, tidak ada pengawasan dari guru
untuk mengetahui apakah para peserta didik mempelajari atau tidak materi
tersebut. Bahkan terkadang ada peserta didik yang bosan saat proses
pembelajaran itu berlangsung sehingga peran orang tua di sini sangatlah
diperlukan untuk mengawasi hal tersebut.
Di
samping permasalahan itu Pemerintah telah memberikan berbagai solusi agar
proses pembelajaran tetap berjalan dengan lancar sehingga para peserta didik
dapat mengikutinya dengan baik. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu :
·
Sekolah gunakan dana BOS
Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa
dana Bos bisa digunakan oleh sekolah untuk membeli smartphone, tablet maupun
laptop sehingga bisa dipinjamkan ke peserta didik.
·
Subsidi kuota
Pemerintah
memberikan bantuan kuota internet kepada para guru, murid, dosen, dan mahasiswa
secara gratis. Setiap siswa mendapatkan 35GB per bulan, dan untuk guru
mendapatkan 45GB per bulan. Khusus dosen dan mahasiswa mendapatkan 50GB setiap
bulannya. Untuk mendapatkan kuota secara gratis tersebut ada beberapa syarat
yang harus diikuti, seperti melakukan proses data kontak mahasiswa atau dosen
dan melengkapi dan memvalidasi data.
*Mahasiswa Program Studi Akuntansi (D3)
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
Artikel
telah diposting di dunia kampus 4.0 - https://www.duniakampus40.net

sangat bermanfaat !!
BalasHapusTerima kasih
HapusBagus dan sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih
HapusBagus sekali artikelnya, dan sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih
HapusArtikel sangat bermanfaat, dan mudah dipahami
BalasHapusTerima kasih
Hapussangat bermanfaat, terima kasih, Hastari!
BalasHapusTerima kasih Natasya
HapusAetikel mudah dipahami dan bermanfaat
BalasHapusTerima kasih
HapusTerima kasih Prof
BalasHapusArtikelnya mudah dipahami dan sangat bermanfaat!
BalasHapusTerima kasih
Hapusartikelnya bagus dan bermanfaat, makasih tari
BalasHapusTerima kasih
Hapusisi artikelnya sangat bermanfaat dan mudah dipahami, terimakasih hastari
BalasHapusTerima kasih
HapusSangat bermanfaat 👍🏻
BalasHapusTerima kasih
HapusBahasan yang menarik, dan dan sangat bermanfaat✨
BalasHapusTerima kasih
HapusArtikel nya bermanfaat banget tarii, dan bahasanya mudah dipahamii, semangat terus hastarii
BalasHapusTerima kasih
HapusArtikelnya sangat membantu, dan juga mudah untuk dipahami.
BalasHapusArtikelnya sangat membantu
BalasHapusTerima kasih
HapusArtikelnya bermanfaat banget, semangat terus kuliah onlinenya!! 🥰
BalasHapusTerima kasih
Hapusmudah dipahami dan bermanfaat
BalasHapusTerima kasih
Hapusmantep bangettt, bermanfaat sekalii makasih tari
BalasHapusTerima kasih
Hapuskeren semangat tariii
BalasHapusTerima kasih
HapusKereennn artikelnya menambah ilmu
BalasHapusArtikelnya bagus, bermanfaat dan mudah dipahami bgt!
BalasHapusTerima kasih
Hapuskeren dan bermanfaat sekali, semangat terus bikin artikelnya!!
BalasHapus