Digital Marketing sangatlah penting bagi para entrepreneur muda karena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era distruptif ini menjadi hal yang wajib kita pahami dan kita lakukan sebagai bagian dari strategi pemasaran pada dunia kewirausahaan. Topik ini di bahas oleh Ibu Terlina Arfinta Mun Arfa menjelaskan tentang “Digital Entrepreneurship” dalam video yang berjudul “Digital Marketing Part#1”dalam youtube channel Dedi Purwana Channel.
Digital marketing merupakan perwujudan dari penerapan,
penggunaan atau pemanfaatan dari teknologi dalam proses pemasaran, yang terjadi
dengan beberapa tahapan sebagai berikut (Ryan, 2014:4):
a.
Teknologi baru muncul dan mulai digunakan.
b.
Teknologi mulai dikenal dan diprioritaskan
dalam dunia pemasaran.
c.
Para pemasar yang inovatif melakukan eskplorasi
dan terobosan untuk dapat meningkatkan fungsi atau daya guna dari teknologi
dalam mencapai target jangkauan pemasaran.
d.
Teknologi menjadi strategi utama dan diadposi
sebagai standar praktik pemasaran.
Jika kita mengingat era pandemi
covid ini semakin mengakselarasi dan membuktikan betapa pentingnya digital
marketing bagi dunia kewirausahaan karena ketika orang sudah tidak bisa
mengakses cara konvensional beberapa media promosi atau media pemasaran yang
dilakukan maka media digital menjadi satu-satunya solusi dalam masa pandemi
covid ini sehingga terbuka peluang dan kesempatan bagi para wirausahawan untuk
tetap bisa melakukan promosi dan pemasaran melalui pemanfaatan media digital.
Menurut data tahun 2019 populasi di
Indonesia adalah 268,2 juta, dari data tersebut terdapat 150 juta diantaranya
sudah melakukan penetrasi terhadap penggunaan internet. Kemudian keseluhuran
dari pengguna internet ini sudah mengakses atau aktif menggunakan sosial media,
bahkan di data ini juga terlihat bahwa dari 150 juta pengguna media sosial
aktif ini maka dia menggunakan atau mengakses media sosialnya menggunakan mobile
phone itu sekitar 130 juta.
Jadi
hampir 80% dari penggunaan aktif media sosial mereka mengakses menggunakan smartphone.
Sehingga beberapa pemasar sekarang ini menggunakan media sosial sebagai
strategi pemasarannya. Mengingat bahwa banyak konsumen yang telat aktif
menggunakan sosial media melalui smartphone.
Di Januari tahun 2020 terdapat
penambahan 1,1% populasi yang awalnya 268,2 juta menjadi 2,9 juta penduduk
Indonesia. Kemudian pertumbuhan peggunaan mobile phone menjadi lebih
cepat bertumbuh sebesar 4,6%. Begitu pun pertumbuhan penggunaan internet yang
lebih pesat menjadi 17% dalam satu tahun. Selain itu juga pengguna sosial media
juga bertumbuh 8,1%.
Jika dilihat dari data tersebut
pertumbuhan penggunaan gadget kemudian akses terhadap internet dan aktif media
sosial tumbuhnya sangat cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah populasi
penduduk Indonesia. Hal ini menunjukkan satu gejala postif yang harusnya
dipandang oleh entrepreneur sebagai peluang. Artinya di sini terlihat bahwa
muncul 1 pola baru dalam konsumen bahwa kita harus mempertimbangkan media
digital sebagai bagian dari strategi pemasaran, tidak lagi kita hanya
memikirkan mengenai strategi-strategi konvensional. Orang-orang sudah tidak
lagi memperhatikan billboard yang ada di jalan, membaca brosur yang
dibagikan di jalan. Sehingga dengan menggunakan media konvensional sudah tidak
efektif lagi bagi seorang entrepreneur.
Berbeda halnya ketika sebuah advertising
ditempatkan kepada media-media digital seperti, diletakkan pada media sosial karena
rata-rata di Indonesia orang mengabiskan menggunakan gadgetnya untuk mengakses
internet kurang lebih 8 jam perhari. Apalagi mengingat era pandemi covid ini
telah mengakselarasi peggunaan media digital ketika kita semua dibatasi
mobilitasnya untuk keluar rumah maka semakin banyak waktu yang kita habiskan
untuk mengakses internet dan media sosial. Hal tersebut sudah menjadi peluang
yang tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global bahwa penggunaan media
digital ini menjadi kebutuhan utama bagi seluruh konsumen yang ada.
Jika kita berbicara digital marketing
maka kita sedang merancang sebuah rencana strategis yang kita lakukan agar
usaha kita menjadi tumbuh dan berkembang, agar produk kita dikenal, agar kita
mampu berdaya saing dengan persaingan yang ada di lingkungan kita.
SOSTAC Marketing Diagram merupakan
rancangan atau kita sebut sebagai pemasaran digital yang terdapat situation
analysis, objective, strategy, tactics, action,
dan control.
1. Situation
Analysis
Jika kita akan menggunakan digital
marketing maka kita perlu mengetahui situation analysing. Situation
analysing ini menjelaskan bahwa kita sekarang ada di posisi mana.
2. Objective
atau Tujuan
Setelah kita mengetahui kita ada di
posisi mana selanjutnya kita harus mengetahui tujuan kita itu apa dan
selanjutnya harus mengetahui strategy.
3. Strategy
Strategy ini membicarakan bagaimana
caranya kita bisa menggapai tujuan itu, kemudian kita akan persempit atau
mengerucutkan lagi strategi yang kita buat menjadi tactics.
4. Tactics
Tactics adalah cara-cara yang lebih generic
yang kita lakukan untuk menggapai tujuan kita.
5. Actions
Di sinilah kita melakukan tindakan
untuk memulai atau the details of tactics.
6. Control
Control ini adalah how do you
monitor performance, jadi kita perlu menyusun yang namanya performance
indicator, apakah langkah-langkah yang kita susun, strategi yang sudah kita
buat, action yang sudah kita lakukan sudah cukup bisa memenuhi target
kita atau sudah cukup bisa mengarahkan kita pada tujuan yang kita inginkan.
Jika target kita belum memenuhi maka
kita harus kembali karena ini adalah sebuah siklus. Jika kita ingin
mengembangkan sebuah usaha maka kita tidak bisa berhenti begitu saja karena
ketika kita berubah kemungkinan orang lain atau competitor kita juga
ikut berubah sehingga kita dituntut untuk lebih kreatif, inovatif dan melakukan
berbagai macam improvement atau gerakan yang kita lakukan untuk membuat scale
up usaha kita.
Terdapat 5S dalam digital marketing yaitu
:
1. Sell,
menentukan tingkat penjualan seperti apa atau upaya agar bisnis terus berjalan dengan perputaran uang
yang cepat.
2. Service,
berbicara tentang value edit atau layanan kepada konsumen.
3. Sizzle,
dengan membuat konten yang unik dan menarik agar mendorong banyak orang untuk
mengetahui usaha kita.
4. Speak,
berbicara tentang bagaimana kita membangun engagement kita, bagaimana
kita mampu mengkomunikasikan produk atau layanan yang kita punya kepada
konsumen kita.

Keren!!!!
BalasHapuskerenn sangat bermanfaat!
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusArtikel yang menarik dan keren!
BalasHapus