Senin, 05 April 2021

Mengenal Digital Marketing

 Digital Marketing sangatlah penting bagi para entrepreneur muda karena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era distruptif ini menjadi hal yang wajib kita pahami dan kita lakukan sebagai bagian dari strategi pemasaran pada dunia kewirausahaan. Topik ini di bahas oleh Ibu Terlina Arfinta Mun Arfa menjelaskan tentang “Digital Entrepreneurship” dalam video yang berjudul “Digital Marketing Part#1dalam youtube channel Dedi Purwana Channel.

            Digital marketing merupakan perwujudan dari penerapan, penggunaan atau pemanfaatan dari teknologi dalam proses pemasaran, yang terjadi dengan beberapa tahapan sebagai berikut (Ryan, 2014:4):

a.    Teknologi baru muncul dan mulai digunakan.

b.    Teknologi mulai dikenal dan diprioritaskan dalam dunia pemasaran.

c.    Para pemasar yang inovatif melakukan eskplorasi dan terobosan untuk dapat meningkatkan fungsi atau daya guna dari teknologi dalam mencapai target jangkauan pemasaran.

d.    Teknologi menjadi strategi utama dan diadposi sebagai standar praktik pemasaran.

            Jika kita mengingat era pandemi covid ini semakin mengakselarasi dan membuktikan betapa pentingnya digital marketing bagi dunia kewirausahaan karena ketika orang sudah tidak bisa mengakses cara konvensional beberapa media promosi atau media pemasaran yang dilakukan maka media digital menjadi satu-satunya solusi dalam masa pandemi covid ini sehingga terbuka peluang dan kesempatan bagi para wirausahawan untuk tetap bisa melakukan promosi dan pemasaran melalui pemanfaatan media digital.

            Menurut data tahun 2019 populasi di Indonesia adalah 268,2 juta, dari data tersebut terdapat 150 juta diantaranya sudah melakukan penetrasi terhadap penggunaan internet. Kemudian keseluhuran dari pengguna internet ini sudah mengakses atau aktif menggunakan sosial media, bahkan di data ini juga terlihat bahwa dari 150 juta pengguna media sosial aktif ini maka dia menggunakan atau mengakses media sosialnya menggunakan mobile phone itu sekitar 130 juta.

Jadi hampir 80% dari penggunaan aktif media sosial mereka mengakses menggunakan smartphone. Sehingga beberapa pemasar sekarang ini menggunakan media sosial sebagai strategi pemasarannya. Mengingat bahwa banyak konsumen yang telat aktif menggunakan sosial media melalui smartphone.

            Di Januari tahun 2020 terdapat penambahan 1,1% populasi yang awalnya 268,2 juta menjadi 2,9 juta penduduk Indonesia. Kemudian pertumbuhan peggunaan mobile phone menjadi lebih cepat bertumbuh sebesar 4,6%. Begitu pun pertumbuhan penggunaan internet yang lebih pesat menjadi 17% dalam satu tahun. Selain itu juga pengguna sosial media juga bertumbuh 8,1%.

Photo by Pixabay from Pexels

            Jika dilihat dari data tersebut pertumbuhan penggunaan gadget kemudian akses terhadap internet dan aktif media sosial tumbuhnya sangat cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah populasi penduduk Indonesia. Hal ini menunjukkan satu gejala postif yang harusnya dipandang oleh entrepreneur sebagai peluang. Artinya di sini terlihat bahwa muncul 1 pola baru dalam konsumen bahwa kita harus mempertimbangkan media digital sebagai bagian dari strategi pemasaran, tidak lagi kita hanya memikirkan mengenai strategi-strategi konvensional. Orang-orang sudah tidak lagi memperhatikan billboard yang ada di jalan, membaca brosur yang dibagikan di jalan. Sehingga dengan menggunakan media konvensional sudah tidak efektif lagi bagi seorang entrepreneur.

            Berbeda halnya ketika sebuah advertising ditempatkan kepada media-media digital seperti, diletakkan pada media sosial karena rata-rata di Indonesia orang mengabiskan menggunakan gadgetnya untuk mengakses internet kurang lebih 8 jam perhari. Apalagi mengingat era pandemi covid ini telah mengakselarasi peggunaan media digital ketika kita semua dibatasi mobilitasnya untuk keluar rumah maka semakin banyak waktu yang kita habiskan untuk mengakses internet dan media sosial. Hal tersebut sudah menjadi peluang yang tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global bahwa penggunaan media digital ini menjadi kebutuhan utama bagi seluruh konsumen yang ada.

            Jika kita berbicara digital marketing maka kita sedang merancang sebuah rencana strategis yang kita lakukan agar usaha kita menjadi tumbuh dan berkembang, agar produk kita dikenal, agar kita mampu berdaya saing dengan persaingan yang ada di lingkungan kita.

            SOSTAC Marketing Diagram merupakan rancangan atau kita sebut sebagai pemasaran digital yang terdapat situation analysis, objective, strategy, tactics, action, dan control.

1. Situation Analysis

            Jika kita akan menggunakan digital marketing maka kita perlu mengetahui situation analysing. Situation analysing ini menjelaskan bahwa kita sekarang ada di posisi mana.

2. Objective atau Tujuan

            Setelah kita mengetahui kita ada di posisi mana selanjutnya kita harus mengetahui tujuan kita itu apa dan selanjutnya harus mengetahui strategy.

3. Strategy

            Strategy ini membicarakan bagaimana caranya kita bisa menggapai tujuan itu, kemudian kita akan persempit atau mengerucutkan lagi strategi yang kita buat menjadi tactics.

4. Tactics

            Tactics adalah cara-cara yang lebih generic yang kita lakukan untuk menggapai tujuan kita.

5. Actions

            Di sinilah kita melakukan tindakan untuk memulai atau the details of tactics.

6. Control

            Control ini adalah how do you monitor performance, jadi kita perlu menyusun yang namanya performance indicator, apakah langkah-langkah yang kita susun, strategi yang sudah kita buat, action yang sudah kita lakukan sudah cukup bisa memenuhi target kita atau sudah cukup bisa mengarahkan kita pada tujuan yang kita inginkan.

            Jika target kita belum memenuhi maka kita harus kembali karena ini adalah sebuah siklus. Jika kita ingin mengembangkan sebuah usaha maka kita tidak bisa berhenti begitu saja karena ketika kita berubah kemungkinan orang lain atau competitor kita juga ikut berubah sehingga kita dituntut untuk lebih kreatif, inovatif dan melakukan berbagai macam improvement atau gerakan yang kita lakukan untuk membuat scale up usaha kita.

            Terdapat 5S dalam digital marketing yaitu :

1. Sell, menentukan tingkat penjualan seperti apa atau upaya agar bisnis terus berjalan dengan perputaran uang yang cepat.

2. Service, berbicara tentang value edit atau layanan kepada konsumen.

3. Sizzle, dengan membuat konten yang unik dan menarik agar mendorong banyak orang untuk mengetahui usaha kita.

4. Speak, berbicara tentang bagaimana kita membangun engagement kita, bagaimana kita mampu mengkomunikasikan produk atau layanan yang kita punya kepada konsumen kita.

5. Save, membuat bisnis menjadi lebih kuat dalam mencengkram pasar secara lebih kokoh dan menghadapi tantangan pada bidang pemasaran.

4 komentar:

Menghadapi Quater Life Crisis

            Tak sedikit kalangan milenial mengaku bahwa ia mengalami quarter life crisis. Sebenarnya quarter life crisis adalah suatu fase d...